Garlic bread menjadi salah satu menu yang sering dipelajari di berbagai pendidikan kuliner. Sesuai dengan namanya, aroma roti ini sudah bisa dibayangkan bukan? Roti yang dipanggang renyah, mentega yang meleleh, dan bawang putih yang harum menggoda. Garlic bread bukan sekadar pelengkap hidangan pasta atau sup, tetapi sudah menjadi menu tersendiri di berbagai restoran. Bagi seorang chef pastry membuat garlic bread merupakan skill yang wajib dimiliki. Dan penting untuk mempelajari sejarah garlic bread agar tahu cara menyajikan appetizer ini.
Mari kita telusuri lebih lanjut berikut ini.
Sejarah Awal Garlic Bread dari Italia Kuno
Perjalanan garlic bread ternyata cukup panjang dan melibatkan banyak budaya. Banyak yang meyakini bahwa akarnya bisa ditelusuri hingga ke hidangan Italia kuno bernama bruschetta. Bruschetta, bagi sebagian besar orang Italia zaman dulu, adalah cara sederhana untuk memanfaatkan roti yang sudah agak keras. Mereka membakar roti tersebut di atas bara api, menggosoknya dengan bawang putih segar, dan meneteskan minyak zaitun di atasnya. Sederhana, tapi nikmat.
Nah, di sinilah titik awal di mana kamu bisa melihat kemiripan dengan garlic bread yang kamu kenal sekarang. Konsep dasarnya sama: roti, bawang putih, dan minyak. Perbedaan utama adalah penggunaan mentega dan bumbu tambahan pada garlic bread.
Lantas, kapan dan di mana tepatnya garlic bread modern muncul?
Baca juga: Pahami Apa Itu Tata Boga dan Sejarahnya
Awal Garlic Bread Modern
Sayang sekali tidak ada catatan pasti yang bisa menunjuk ke satu tempat atau waktu tertentu. Namun, sebagian besar ahli kuliner meyakini bahwa garlic bread modern berkembang di Amerika Serikat sekitar abad ke-20.
Imigran Italia yang datang ke Amerika Serikat membawa serta tradisi kuliner mereka, termasuk bruschetta. Karena di Amerika Serikat, mentega lebih mudah didapatkan dan lebih murah daripada minyak zaitun, mereka mulai mengganti minyak zaitun dengan mentega. Selain itu, mereka juga menambahkan bumbu-bumbu lain seperti peterseli dan oregano untuk memperkaya rasa.
Perubahan inilah yang menjadi cikal bakal garlic bread seperti yang kamu kenal sekarang. Praktisnya lagi, roti yang digunakan juga tidak selalu harus roti Italia keras seperti pada bruschetta. Roti Prancis atau bahkan roti tawar biasa pun bisa diolah menjadi garlic bread.
Baca juga: Inilah Sejarah MSG yang Anak Kitchen Wajib Tahu
Semakin Populer Setelah Perang Dunia II
Popularitas garlic bread di Amerika Serikat semakin meningkat setelah Perang Dunia II. Tentara Amerika yang bertugas di Eropa mencicipi hidangan serupa di Italia dan membawa kembali kenangan rasa tersebut ke Amerika Serikat. Setelah itu, garlic bread mulai merambah restoran-restoran dan supermarket di seluruh negeri.
Kini, garlic bread sudah mendunia. Kamu bisa menemukannya di berbagai restoran, dari restoran Italia hingga restoran cepat saji. Variasi garlic bread pun semakin beragam. Ada yang ditambahkan keju mozzarella, parmesan, atau bahkan rempah-rempah pedas.
Jadi, lain kali ketika kamu menikmati sepotong garlic bread yang hangat dan renyah, ingatlah bahwa kamu sedang menikmati hidangan yang memiliki sejarah panjang dan kaya. Dari bruschetta sederhana di Italia hingga menjadi kudapan favoritmu saat ini, garlic bread telah melalui perjalanan kuliner yang menarik. Dan yang pasti, rasa lezatnya akan terus memanjakan lidahmu dari generasi ke generasi. Apakah kamu sudah siap untuk membuat garlic bread versi kamu sendiri?
Jadi Chef Pastry di NCSA Indonesia
Mempelajari sejarah garlic bread merupakan langkah awal yang penting bagi kamu yang ingin menjadi chef pastry profesional. Namun, untuk benar-benar menguasai dunia kuliner Italia, kamu membutuhkan pendidikan kuliner yang komprehensif dan terstruktur. National Culinary Service Academy (NCSA) Indonesia hadir untuk mewujudkan impianmu menjadi chef andal. Lebih dari itu, NCSA Indonesia juga akan membantumu membangun jaringan profesional dengan magang hotel bintang 5. Jadi, tunggu apa lagi? Wujudkan impianmu menjadi chef pastry profesional bersama NCSA Indonesia!





